Tuesday, June 13, 2006

Bekam, Terapi Kesehatan Ala Rasulullah





Wednesday, 18. January 2006, 09:29:02

Asnawi (23 tahun) harus menelan ludah dan pasrah, saat rambut di kepalanya mulai
diplontos. Guratan wajahnya terbersit ragu bercampur khawatir menyaksikan silet
mulai di sterilkan menggunakan alkohol 70%, apalagi saat silet itu mulai
diarahkan ke kulit kepalanya yang sudah diplontos. Darah kental kehitam-hitaman
mulai deras mengalir kedalam gelas yang ditelungkupkan di kulit kepalanya.

Ekspresinya tak berubah, padahal darah kental itu sudah mengisi cawan
tertelungkup yang berfungsi sebagai vakum menghisap darah keluar. Cawan pertama
sudah dilepas, darahpun dibersihkan dari cawan tersebut. Namun proses bekam itu
belum berakhir, cawan kaca yang sama kembali ditempatkan dikulit kepala dan
udara didalamnya dihisap keluar. Proses itu berlangsung hingga Tiga kali.

"Pada awalnya cuma terasa seperti tusukan-tusukan halus di kulit kepala,
lalu terasa kulit kepala disedot masuk kedalam cawan," ujarnya.

Seusai dibekam, tubuh terasa pegal didaerah-daerah yang menjadi titik bekam.
Biasanya diiringi dengan rasa kantuk. Namun seusai tidur badan akan segar
kembali. Hal ini juga dirasakan penulis saat mencoba terapi ini.

Menurut Muhammad Iqbal, Tabib Bekam, bekam merupakan pengobatan yang dilakukan
dari zaman dahulu dan dipercaya mampu mengobati berbagai keluhan penyakit.
Disamping itu terapi bekam juga bermanfaat sebagai proteksi dari berbagai
penyakit.

Inti bekam pada dasarnya lanjut dia, merupakan proses mengeluarkan darah kotor
dari tubuh, proses mengeluarkan itulah sehingga diperlukan irisan tipis pada
kulit agar darah dapat keluar melalui penyedotan menggunakan cawan vakum.
"Yang dikeluarkan adalah darah yang kotor bukan darah yang baik. Buktinya
darah yang terhisap keluar hanya darah yang berwarna merah gelap dan kental,"
ujarnya.

Uniknya saat proses bekam dilakukan, tak ada rasa sakit yang dirasakan, mungkin
karena sayatan yang dilakukan tidak dalam.

Menurut dia, pengobatan bekam dipercaya mampu menyembuhkan berbagi jenis
penyakit, dimana proses bekam dilakukan pada titik-titik tubuh yang berbeda,
tergantung dari penyakitnya.

Di Indonesia sendiri bekam sudah cukup lama dipraktikkan, namun sangat jarang
yang mengkomersilkan terapi ini. Bekam lanjutnya, banyak dilakukan oleh para
santri-santri di pondok pesantren yang diajarkan secara turun temurun.

Teknik pengobatan bekam, merupakan suatu proses membuang darah kotor (toksin-racun
yang berbahaya dari dalam tubuh), melalui permukaan kulit. Toksin merupakan
endapan racun/zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh kita. Toksin ini
berada pada hampir setiap orang. Toksin – toksin ini berasal dari pencemaran
udara, maupun dari makanan yang banyak mengandung zat pewarna, zat pengembang,
penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran. Proses itu juga dikenal sebagai
proses detoksifikasi.

Sebagaimana dilansir dari www.habbat.com, bekam merupakan suatu teknik
pengobatan Sunnah Rasulullah Saw yang telah lama dipraktekkan oleh manusia sejak
zaman dahulu kala, kini pengobatan ini dimoderenkan dan mengikuti kaidah–kaidah
ilmiah, dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.

Iqbal sendri menggunakan alat bantu, berupa penghisap (hand pump), cawan
(cupping set), pena Jarum (lancet device), silet (Setelah disterilisasi),
antiseptik dan sarung tangan kesehatan (rubber gloves).

Hingga saat ini terapi ini masih banyak dilakukan, bahkan di Malaysia terdapat
institusi yang mengajarkan terapi ini di Kampus Kolej RIMAC di Kelantan dengan
nama penggagas, Prof Dr Nik Omar.

Dalam sejarahnya, bekam merupakan pengobatan yang dilakukan oleh Rasulullan SAW,
bahkan juga menyarankan pengobatan ini. Beberapa teks-teks hadis yang dinilai
sahih menjadi referensi bekam. Sebut misalnya hadits Shahih Al Bukhari, Dari
Said Ibnu Jabir dari Ibnu Abbas dari Nabi Saw “Kesembuhan itu ada 3 hal, yaitu
dalam pisau hijamah, meminumkan madu dan pengobatan dengan besi panas, dan aku
melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”.

Bahkan terdapat naskah hadis yang menyebutkan rasulullah SAW melakukan bekam
pada saat dia merasakan gangguan kesehatan.


Sumber: my.opera.com/ak_upeks/blog/show.dml/114504







No comments: