Tuesday, May 08, 2007

Rematik, Bukan Penyakit Sepele


Ternyata, mandi air di malam hari, bukanlah penyebab penyakit rematik. Hingga kini, berbagai penelitian masih dilakukan untuk mencari penyebab secara pasti penyakit yang identik dengan penyakit
tua ini.

Menurut survei yang dilakukan pada tahun 2000, sekitar 40 persen penduduk Indonesia berusia di atas 40 tahun mempunyai keluhan nyeri sendi dan otot, Kendati demikian, rematik bukanlah penyakit monopoli orang dewasa, karena penyakit ini juga dapat menyerang anak-anak dengan gejala serupa. Sayangnya, kesadaran akan hal ini masih rendah di antara masyarakat.

Rasa nyeri dan kaku di persendian misalnya kerap dianggap sepele karena hal ini merupakan keluhan yang umum dijumpai. Akibatnya, rasa sakit pun tidak ditangani secara serius. Padahal keluhan tersebut harus diwaspadai bila disertai dengan terjadinya pembengkakan sendi, kelemahan otot, dan gangguan gerak sendi, yang merupakan gejala dari penyakit rematik. Bila dibiarkan, untuk jenis rematik tertentu bisa berakibat fatal dan menyebabkan kecacatan.

Meski hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya, pencegahan rematik dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang seimbang. Disinyalir seseorang yang mengalami obesitas memiliki risiko terkena rematik lebih besar karena terdapat timbunan lemak yang bisa membebani persendian panggul, pinggang dan lutut. Hal inilah yang menjadi pendorong terjadinya osteoartritis (pengapuran sendi) dan kemudian memunculkan rematik.

Patut diketahui, osteoartritis adalah sebuah satu jenis rematik yang paling banyak ditemui di Indonesia, selain jenis rheumatoid artritis dan artritis gout. Sementara di dalam dunia kedokteran sendiri terdapat 140-an jenis rématik.

Secara singkat, osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang dapat mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi dan berkembang secara lambat. Untuk rheumatoid artritis, persendian mengalami peradangan secara simetris, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri, dan seringkali menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Sementara artritis gout ditandai dengan serangan nyeri sendi yang berulang dan tiba-tiba, peradangan sendi bersifat menahun (kronis) dan setelah terjadi serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok. Jenis yang terakhir ini bisa disebabkan karena makanan jeroan yang menyebabkan meningkatnya kadar asam urat.

Kini, ada banyak cara untuk menanggulangi rematik, mulai dari menggunakan ekstrak alami maupun pengobatan modern. Namun, konsultasikanlah dengan dokter terlebih dulu untuk mendapat pemeriksaan secara komprehensif. (ADT)

www.kompas.com

Saturday, March 31, 2007

Mengenal Foodborne Disease


Foodborne disease adalah suatu penyakit yang merupakan hasil dari pencernaan dan penyerapan makanan yang mengandung mikroba oleh tubuh manusia.

Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia membutuhkan makanan untuk hidup. Jika tidak memperhatikan kebersihan makanan dan lingkungan, makanan dapat merugikan bagi manusia. Makanan yang berasal baik dari hewan atau tumbuhan dapat berperan sebagai media pembawa mikroorganisma penyebab penyakit pada manusia.

Mikroorganisma yang menimbulkan penyakit ini dapat berasal dari makanan asal hewan yang terinfeksi penyakit tersebut atau tanaman yang terkontaminasi. Makanan yang terkontaminasi selama prosesing atau pengolahan dapat berperan sebagai media penularan juga.

Penularan foodborne disease oleh makanan dapat bersifat infeksi. Artinya suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya mikroorganisma yang hidup, biasanya berkembangbiak pada tempat terjadinya peradangan. Pada kasus foodborne disease mikro organisma masuk bersama makanan yang kemudian dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Kasus foodborne desease dapat terjadi dari tingkat yang tidak parah sampai tingkat kematian. Sebagai contoh foodborne desease yang disebabkan oleh salmonella dapat menyebabkan kematian selain yang disebabkan oleh Vibrio Cholerae dan Clostridium botulinum. Kejadian dan wabah paling sering disebabkan oleh salmonella dibanding penyakit foodborne disease lainnya.

Gejala foodborne disease yang umumnya terlihat adalah perut mual diikuti muntah - muntah, diare, demam, kejang - kejang dan lain - lain. Dalam artikel ini dibahas kejadian infeksi mikroorganisma yang berasal dari makanan yang hanya berasal dari hewan. Antara lain E. coli, Campylobacter, Yersinia, Clostridium dan Listeria, virus dan parasit.

Penyakit foodborne yang disebabkan oleh E. coli
Escherichia coli merupakan bagian dari mikroflora yang secara normal ada dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. Penularan dapat terjadi melalui kontak dari pekerja yang terinfeksi selama makanan diproses berlangsung. Air juga dapat terkontaminasi kotoran manusia yang terinfeksi. Makanan yang berperan sebagai media penularan adalah ikan salmon, unggas, susu dan keju camembert (keju perancis). Oleh karena itu pemanasan yang baik pada makanan seperti daging dan susu mentah sangatlah penting. Gejala yang ditimbulkan pada manusia jika terinfeksi E. coli adalah diare.

Penyakit yang disebabkan oleh Campylobacter jejuni
Kuman ini umumnya ada dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas dan sering ada pada makanan yang berasal dari hewan karena terkontaminasi dengan kotoran hewan selama prosesing (pengolahan). Kuman ini menyebabkan gastroenteritis akut (infeksi pada saluran pencernaan) pada manusia. Gejala yang ditimbulkan antara lain diare, nyeri perut, demam, mual dan muntah.

Sapi, babi, domba, kambing, ayam , kalkun, bebek, kucing dan anjing dianggap sebagai pembawa kuman ini, tetapi yang paling sering adalah unggas. Kejadian infeksi yang paling sering terjadi karena mengonsumsi makanan yang tidak dimasak, termasuk minum susu mentah yang tidak dipasteurisasi.

Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara makanan asal unggas sebaiknya dimasak dengan baik dan menghindari kontaminasi silang. Misalkan pisau bekas memotong daging mentah sebaiknya dicuci bersih dahulu sebelum digunakan untuk memotong makanan yang matang.

Penyakit disebabkan oleh Yersinia enterolitica
Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri perut, demam, diare pusing dan muntah-muntah. Gejala yang lebih parah dapat terjadi pada anak-anak.
Sumber utama kuman ini terdapat pada babi yang terinfeksi (kuman ini hidup di daerah mulut dan saluran pencernaan babi). Biasanya anak-anak dan remaja peka terhadap penyakit ini. Kuman ini dapat berkembang biak pada suhu 0 derajat Celcius sampai 44 °C.

Penyakit yang disebabkan oleh Clostridium perfringens
Gejala yang ditimbulkan adalah diare dan nyeri perut. Bakteri ini terdapat di saluran pencernaan carnivora (serigala, anjing), herbivora (tikus, gajah, kalkun) dan babi.
Media penularan adalah daging babi dan kalkun. Makanan yang berasal dari hewan terkontaminasi oleh kuman ini karena daging terkontaminasi oleh kotoran atau isi saluran pencernaan di rumah potong hewan. Makanan yang sudah dimasak dibiarkan dalam beberapa jam pada suhu kamar, disimpan didalam oven hangat atau disimpan dalam freezer dalam jumlah besar sehingga temperatur tidak terlalu dingin atau tidak cukup untuk mencegah pertumbuhan bakteri ini. Sehingga kasus penyakit ini dapat terjadi jika manusia mengonsumsi makanan masak yang sudah mengandung kuman.
Tindakan pencegahan dapat dilakukan sebagai berikut. Makanan matang segera disimpan dan didinginkan dengan suhu dibawah 7 ° C. Jika ingin dimakan kembali harus dipanaskan dahulu pada suhu 71 - 100 ° C. Jika mungkin makanan segera dimakan setelah dimasak. Makanan sebaiknya dipanaskan diatas 60 ° C atau suhu yang lebih tinggi.

Penyakit yang disebabkan oleh _-Listeria monocytogenes__
Makanan sebagai media penularan kuman ini adalah sayuran coleslaw (semacam salat yang diberi mayonaise), susu yang dipasteurisasi, keju lunak, daging mentah, seafood, sayuran dan buah-buahan (makanan mentah).
Gejala yang ditimbulkan sepsis (infeksi yang meluas ke dalam saluran darah), meningoencephalitis (infeksi di selaput otak dan di bagian otak), focal infeksius (infeksi lokal, misalnya di kulit yg terkena,di sal.pencernaan yg dilewati makanan tsb), pregnancy infectious (infeksi kehamilan), granuloma infantiseptica ( sepsis pada infant yg berbentuk granuloma).

Penyakit yang disebabkan oleh virus
Biasanya penularan terjadi karena manusia mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan seperti daging sapi, domba, ayam, kalkun dan susu, dimana hewan sudah terinfeksi oleh virus tertentu. Virus yang dapat menyebabkan Foodborne desease ini dikenal virus yang tahan panas yang dapat ditularkan melalui susu sehingga tidakan pencegahannya adalah susu dipanaskan dengan dipasteurisasi dalam waktu yang lama.

Penyakit yang disebabkan oleh parasit
Beberapa parasit ada dalam feses (kotoran) hewan dan dapat menyebabkan infeksi jika makanan yang tercemar oleh kotoran yang mengandung parasit termakan , dicerna dan diserap oleh tubuh. Sementara beberapa jenis yang lain terdapat dalam otot/daging hewan. Parasit terbagi dua yaitu protozoa dan cacing.

Toxoplasmosis yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii
Kejadian toxoplasmosis pada manusia ini termasuk tinggi. Sumber utama penularan berasal dari kucing. Awalnya kucing memakan tikus atau burung yang mengandung Toxoplasma. Dalam tubuh kucing mikroorganisma ini hidup dan berkembangbiak menjadi bentuk yang infeksius bagi tubuh mannusia. Bentuk infeksius ini biasanya terdapat dalam kotoran kucing.

Daging domba, babi dan mungkin sapi dapat terinfeksi oleh spesies ini dan menghasilkan kista (bersifat infeksius) yang dapat menginfeksi tubuh manusia.
Pada kucing yang menderita toxoplasmosis biasanya tidak menimbulkan gejala tetapi pada manusia tampak. Terutama berbahaya pada wanita hamil. Jika wanita hamil terserang toxoplasmosis dapat berakibat keguguran, melahirkan bayi yang sudah meninggal, juga cacat bentuk dan kegagalan fungsi dari organ tubuh terutama yang melibatkan sistem syaraf pusat.

Penularan melalui daging dapat dicegah dengan makan daging yang benar- benar matang. Jika berkebun harus mencuci tangan dengan baik (menggunakan sabun) setelah berkebun. Pada wanita hamil sebaiknya menghindari tempat kotoran kucing . Bagi pemelihara kucing sebaiknya tempat kotoran kucing dibersihkan setiap hari.

Trichinellosis yang disebabkan oleh Trichinella spiralis
Parasit ini berkembang biak dalam tubuh babi. Infeksi terjadi jika makan daging babi mentah atau setengah masak. Larva yang infeksius biasanya terdapat pada otot / daging babi.

Pada daerah yang penduduknya tidak makan daging atau tidak memperbolehkan makan daging babi, kejadian Trichinellosis sangat rendah. Gejala trichinellosis pada manusia adalah udema (pembengkakan) pada periorbital (bagian mata), demam dan sakit pada otot dan sendi.

Foodborne desease oleh _-Taenia saginata__
Cacing ini hidup dan berkembang biak dalam tubuh sapi. Kejadian infeksi oleh cacing ini jarang tetapi sering terjadi di daerah dimana penduduknya sering makan daging sapi mentah. Tindakan pencegahan adalah pengontrolan yang ketat di rumah potong hewan, pembuangan kotoran manusia yang aman (tidak di sembarang tempat). Pemasakan daging yang baik atau jika daging dibekukan sebaiknya selama 5 hari pada suhu -10°C.

Cystiserkosis oleh Taenia solium
Cacing ini hidup dan berkembang biak didalam tubuh babi. Infeksi dapat terjadi jika orang makan daging babi mentah atau yang dimasak setengah matang. Cacing ini dalam bentuk cysticerci dapat menyerang organ mata, jantung, otak , sumsum tulang belakang selain saluran pencernaan pada babi dan manusia.

Sumber : Cliver O. Dean. 1990. Foodborne Disease. Food Research Institute, Department of Bacteriology and WHO collaboratoring on Food Virology and WHO , University of Wisconsin, Madison, Wisconsin, USA.

Penulis: drh. Rochmiyati Setiadi. Editor: Dian Suprapto

http://www.kharisma.de/?q=node/175

Salmonella Bahaya tak Terlihat


Infeksi salmonella sering terjadi pada musim panas karena bakteri ini berkembang biak pada suhu hangat. Sumber utama penyebab infeksi salmonella adalah bahan makanan yang tidak dipanaskan secara baik seperti ayam, telur, daging atau susu. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya salmonellosis adalah:
- penggunaan bahan makanan mentah yang sudah terkontaminasi atau mengandung salmonella
- kontaminasi silang misalnya penggunaan pisau untuk ayam mentah tanpa dicuci dahulu sama dengan untuk memotong ayam matang
- penyimpanan makanan pada temperatur zang tidak cocok.
Dampak dari keracunan bakteri ini adalah diare disertai pusing, demam atau sakit perut.

Saat suhu udara mulai menghangat mulailah jenis bakteri ini berkembang dengan pesatnya. Terlebih lagi bila ia berkembang pada jenis makanan tertentu yang memang rawan salmonella, yaitu makanan yang mengandung protein tinggi. Bila kondisinya sangat menunjang, bakteri ini akan membelah diri setiap 20 menit sekali, satu bakteri akan berkembang dalam waktu 5 jam menjadi 45 000.

Ada sekitar 2300 jenis bakteri salmonella dan yang paling sering ditemui adalah kasus infeksi Salmonella enteriditis yang terdapat pada unggas atau telur ayam. Ada juga Salmonella typhi yang terdapat pada kerang. Makanan yang mengandung Salmonella belum tentu menyebabkan infeksi Salmonella, tergantung dari jenis bakteri, jumlah dan tingkat virulensi (sifat racun dari suatu mikroorganisma, dalah hal ini bakteri Salmonella).

Misalnya saja Salmonella enteriditis baru menyebabkan infeksi bila sudah berkembang biak menjadi 100 000. Dalam jumlah ini keracunan yang terjadi bisa saja menyebabkan kematian si penderita. Salmonella typhimurium dengan jumlah 11.000 sudah dapat menimbulkan infeksi. Jenis Salmonella lain ada yang menyebabkan infeksi hanya dengan jumlah 100 sampai 1000, bahkan dengan jumlah 50 sudah dapat menyebabkan infeksi.

Perkembangan Salmonella pada tubuh manusia dapat dihambat oleh asam lambung yang ada pada tubuh kita. Disamping itu dapat dihambat pula oleh bakteri lain. Gejala keracunan salmonella pada manusia biasanya baru terdeteksi setelah 5 sampai 36 jam. Keracunan salmonella diawali dengan sakit perut dan diare yang disertai juga dengan panas badan yang tinggi, perasaan mual, muntah, pusing-pusing dan dehidrasi.

Semakin banyak jumlah bakteri yang terkandung dalam tubuh, semakin terancam jiwa penderita. Penderita infeksi Salmonella yang sudah terlalu banyak mengeluarkan cairan dapat terancam jiwanya akibat kekurangan cairan (dehidrasi) yang berlebihan. Hal ini lebih berbahaya lagi bagi anak-anak atau orang tua yang daya tahan tubuhnya lemah. Bila sudah nampak tanda-tanda keracunan Salmonella penderita harus segera dibawa ke dokter.

Untuk menghindari penularan infeksi Salmonella, sisa kotoran, urin atau muntahan penderita harus dibuang dengan hati-hati. Sebab dari disinilah penularan dapat terjadi. Sisa makanan yang diduga menyebabkan infeksi harus segera dibuang dan jangan sampai bercampur dengan makanan lain. Piring, pisau maupun alat dapur lain yang tersentuh makanan yang diduga mengandung Salmonella harus dicuci dengan air panas atau direbus agar bakteri mati.

Salmonella adalah bakteri yang termasuk mikroorganisme yang amat kecil dan tidak terlihat mata. Selain itu bakteri ini tidak meniggalkan bau maupun rasa apapun pada makanan. Kecuali jika bahan makanan (daging ayam) mengandung Salmonella dalam jumlah besar, barulah terjadi perubahan warna dan bau (merah muda pucat sampai kehijauan, berbau busuk). Biasanya bakteri dapat dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Salmonella bisa terdapat di udara, air, tanah, sisa kotoran manusia maupun hewan atau makanan hewan. Sumber bakteri Salmonella biasanya terdapat pada unggas (ayam, bebek, kalkun), daging babi, binatang laut, telur dan susu. Bahan makanan hewani yang paling sering berperan sebagai sumber penularan Salmonella adalah unggas. Unggas yang terinfeksi Salmonella bisa menyebarkan bibit bakteri melalui daging, telur baik pada kulit maupun isi telur.

Telur yang pecah atau retak lebih peka Salmonella daripada yang utuh. Proses penularan dapat juga terjadi pada saat penyembelihan, dimana unggas atau ternak yang sehat tertular oleh unggas atau ternak yang sakit. Tidak tertutup kemungkinan penularan terjadi pada saat proses penyembelihan sampai menjadi ayam potong. Pekerja rumah potong ayam yang menderita Salmonellosis seperti penderita Typhus dapat menyebarkan kuman ke ayam atau daging mentah.

Di Jerman, daging atau susu boleh dikatakan sudah bebas salmonella. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi unggas atau telur. Yang sangat sering sekali terjadi adalah keracunan Salmonella dari makanan yang mengandung telur mentah (tidak diolah), seperti mayonaise, es krim dan pudding. Bila makanan yang mengandung telur mentah tidak disimpan secara baik (tidak didinginkan, sudah disimpan terlalu lama atau tidak dipanaskan sama sekali) besar kemungkinan Salmonella akan berkembang biak dengan pesat. Mayonaise biasanya sudah bersifat asam (pH dibawah 4, Salmonella hidup pada pH 4-9). Pada Mayonaise ditambahkan asam asetat sebagai cuka. Asam asetat pada mayonaise akan membunuh Salmonella.

Setiap telur segar belum tentu mengandung Salmonella. Tetapi bila telur segar atau makanan yang mengandung telur mentah dibiarkan pada suhu ruang dalam beberapa hari, barulah bakteri ini dapat berkembang dan membahayakan tubuh manusia.

Untuk menghindari bahaya Salmonella di Jerman sejak tahun 1994 telur yang tidak didinginkan tidak boleh lebih dari 18 hari dipasarkan. Dan untuk bahan makanan yang mengandung telur mentah juga terdapat peraturan-perturan ketat. Mungkin itulah sebabnya setelah peraturan ini berlaku angka penderita infeksi salmonella di Jerman menurun secara drastis. Walaupun demikian kita di Jerman tidak bisa meremehkan bahaya bakteri ini.

Pendinginan makanan dalam lemari es tidak membunuh bakteri Salmonella. Bakteri ini dalam suhu dingin (<>

Makanan yang mudah rusak seperti daging mentah (terutama daging cincang), daging unggas, ikan, telur, makanan yang mengadung telur mentah (creme, salat, mayonaise, es krim, pudding, dll.) harus segera mungkin didinginkan atau dibekukan dalam lemari es. Untuk daging cincang usahakan segera diolah pada hari dibeli.

Jaga higienis dapur saat anda memasak. Bila mencairkan ayam atau daging beku, segera buang air dan pembungkusnya. Untuk menghindari kontaminasi silang, cuci bersih benda-benda yang terkena air tersebut (pisau, tangan, alas memotong dll.). Simpan ayam dan daging yang belum beku secara terpisah dari bahan makanan lain.


Penulis: Dian Suprapto, Editor: dr. Nurbayati.
Sumber: Ich will wissen was ich esse, Roman C. Muehlbauer 1996.

http://www.kharisma.de/?q=node/176

Mencegah & Mengobati TYPHUS

Tyhpus adalah penyakit infeksi akut usus halus. Nama lain typhus adalah typhus abdominalis. Penyebabnya adalah kuman Salmonella Typhi. Penularan S. Typhi terjadi melalui mulut oleh makanan yang tercemar. Sebagian kuman akan dimusnahkan dalam lambung oelh asam lambung. Sebagian lagi msuk keusus halus, mencapai jaringan lemfe dan berkembang biak. Kuman-kuman selanjutnya masuk ke jaringan beberapa organ tubuh, terutama limpa,usus dan kandung empedu. Demam pada typhus disebabkan karena S, tyhpi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen (menimbulkan panas) pada jaringan yang meradang.


Patologi

Kelainan patologik utama di usus halus, terutama di usus halus bagian distal (bawah). Pada minggu pertama pernyakit terjadi hyperplasia (pembesaran sel-sel) plaks Peyer, disusul minggu kedua terjadi nekrosis (pembususkan) dan dalam minggu ketiga ulserasi plaks peyer dan selanjutnya dalam minggu keempat penyembuhan ulkus (luka-luka) dengan meninggalkan sikatriks (jaringan perut). Ulkus berbentuk lonjong dengan sumbu memanjang sejajar dengan sumbu usus.

Hati membesar dengan infiltrasi limfosir, zat plasma dan sel mononuclear, serta tedapatnekosis fokal. Sistem retiku loendotelial menunjukkan hyperplasia dan kelenjar-kelenjar mesenterial dan disertai pembesaran limpa.


Gambaran Klinis

Masa tunas penyakit typhus berlangsung 10 sampai 14 hari. Gejala yang timbul amat bervariasi. Gambaran penyakit bervariasi dari penyakit ringan yang tidak terdiagnosis, sampai gambaran penyakit yang khas dengan komplikasi dan kematian. Dalam minggu pertama penyakit, keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut. Pada umumnya yaitu demam,nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual, muntah, obstipasi (diare ), perasaan tidak enak diperut, batuk. Pada pemeriksaan fisik hanya ditemukan suhu badan meningkat. Dalam minggu kedua gejala-gejala menjadi lebih jelas berupa demam, denyut jantung relative lambat, lidah yang khas (kotoran ditengah, tepid an ujung merah dan tremor/bergetar, hati membesar, limpa membesar, gangguan mental bisa koma atai psikosis.

Reaksi widal adalah suatu reaksi pengendapan antara antigen dan antibody (aglutinin). Agglutinin yang spesifik terdapat pada serum penderita penyakit typhus. Maksud reaksi widal adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum penderita yang disangka menderita penyakit thypus.


Komplikasi yang mungkin timbul

1.Komplikasi intestinal
a.Perdarahan usus
b.Usus pecah (perforasi)
c.Lumpuhnya usus halus (ileus paralitik)

2.Komplikasi ekstra-intestinal
a.komplikasi kardiovaskuler seperti trombosit, renjatan sepsis.
b.Komplikasi darah seperti anemi hemolitik
c.Komplikasi paru seperti pnemoni
d.Komplikasi hati dan kandung empedu berupa radang hati dan kolesistitis (radang kandung empedu)
e.Komplikasi ginjal : glomerulone phritis
f.Komplikasi tulang : arthritis, osteomielitis
g.Komplikasi neuropsikiatrik seperti meningitis, polyneuritis.

Pencegahan

Untuk pencegahan penyakit typhus dapat dibagi dalam :
1.Usaha terhadap lingkungan hidup
-Penyediaan air minum yang memenuhi syarat
-Pembuangan kotoran manusia yang higenis
-Pemberantasan lalat
-Pengawasan terhadap rumah-rumah makan dan penjual-penjual makanan

2.Usaha terhadap manusia
-Imunisasi
-Menemukan dan mengawasi carrier typhoid
-Pendidikan kesehatan kepada masyarakat

Penggunaan Tanaman Obat untuk mengatasi penyakit Thypus

Selain beberapa usaha pencegahan diatas, jika sudah terjadi penyakit perlu dilakukan pengobatan. Pengobatan medis konvensial sudah umum dilakukan utnuk mengatsi ganguan thypus. Namun disisi lain obat herbal dapat dijadikann sebagai suatu pilihan untuk kesembuhan pasien. Beberapa tanaman obat sepetri Sambiloto, Bidara Upas, rumput mutiara dan temulawak dapat digunakan untuk membantu mengatasi penykait thypus. Herbal tersebut mempunyai fungsi penurun panas, anti radang, meningkatkan kekebalan, menghilangkan racun dan melancarkan peredaran darah.

Tanaman obat yang digunakan :

1. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Tanaman ini mempunyai fungsi penurun panas /demam, selain sebagai antiracun dan antibengkak. Cukup efektif untuk mengatasi infeksi dan merangsang phagocytosis dan meningkatkan kekebalan tubuh seluler. Bagian tanaman ini diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara pengunaannya : 3 x 1 kapsul (pagi, siang, sore ) 1 jam sebelum makan.

2. Bidara Upas (Merremia mammosa)

Tanaman ini mempunyai fungsi sebagai anti ardang dan juga mengurangi rasa sakit (analgesic) serta menetralkan racun. Bagian tanaman ini diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara pemakaian : 3 x 1 Kapsul / hari.

3. Rumput Mutiara

Tanaman ini mempunyai fungsi sebagai penghilang panas dan anti radang, selain itu juga berperan dalam mengaktifkan peredaran darah. Bagian tanaman ini diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara pemakaian: 3 x 1 kapsul/hari.

4. Temulawak

Tanaman ini mempunyai sifat bakteriostatik dan berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan anti inflasma (pembengkakan). Bagain tanaman ini diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara pemakaian : 3 x 1 kapsul / hari.

Selamat mencoba,

Cegahlah penyakit selagi bisa, dan obat dengan benar jika memang tak dapat dihindari.

http://sehatherbal.blogspot.com/2006/12/mencegah-dan-mengobati-typhus.html

Tips Mengolah Telur, Mencegah Salmonela

Cook it or leave it!

Pengolahan atau penyimpanan telur yang salah dapat menyebabkan infeksi salmonella. Anggapan seputar telur, misalnya mengonsumsi telur mentah lebih sehat, adalah salah satu mitos yang keliru. Beberapa tips di bawah ini membantu Anda menghindari bahaya tak terlihat: bakteri salmonella dalam telur!

Informasi seputar telur

Sebenarnya telur ayam mempunyai mekanisme alamiah pencegah bakteri salmonella tidak berkembang biak. Namun enzym pencegah ini hanya bertahan pada 10 hari pertama. Dengan meningkatnya suhu tempat penyimpanan dan rendahnya kelembaban, maka semakin cepat pula enzym pencegah ini kehilangan fungsinya.

Oleh karena itu selalu simpan telur dalam kulkas. Sebab dalam kulkas salmonella akan berkembang lambat (lambat, bukan mati!).

Perhatikan tanggal ayam bertelur (__Legedatum__) yang tertera pada cangkang telur. Sering juga tertera tanggal kadaluarsa telur. Bila tertera tanggal kadaluarsa, hitung mundur 28 hari, nah itulah tanggal ayam bertelur. Menurut peraturan di Eropa (__EU-Gesetz__) usia telur yang dipasarkan tidak boleh lebih dari 21 hari! Bahkan seharusnya telur yang berusia lebih dari 18 hari sudah harus disimpan dalam kulkas!

Bila anda perhatikan, pada setiap telur yang dipasarkan di Eropa tertera kode-kode yang terdiri dari angka dan huruf misalnya: 3-DE-1271059










Apa artinya? angka pertama menunjukan cara peternakan ayam:

  • O = Ökologische Erzeugung (peternakan alamiah dan ramah lingkungan)
    Untuk pe ternakan cara ini dilarang menggunakan teknologi gen. Bagi ayam petelur disediakan lahan untuk berkeliaran bebas selama 6 sampai 8 jam per hari, sebagaimana habitat ayam aslinya.
  • 1 = Freilandhaltung
    Mirip dengan cara pertama, ayam petelur mempuny ai lahan untuk berkeliaran di peternakan. Setiap ayam mempunyai kira-kira jatah 4 m2.
  • 2 = Bodenhaltung
    Beternak dengan cara ini, ayam petelur hanya hidup dalam kandang. Namun demikian, masih tersisa ruang bagi ayam petelur untuk makan pakan ayam, tersedia juga unsur-unsur alami seperti jerami, sebagaimana habitat ayam. Hanya saja sangat terbatas.
  • 3 = Käfighaltung
    Cara yang ketiga seringkali dikritik kelompok pecinta binatang. Sebab sangat tidak sesuai dengan habitat asli ayam, disebut menyiksa binatang. Ayam petelur hanya hidup dalam kandang, ruang geraknya sangat terbatas. Layaknya, hanya cukup tempat berdiri dan makan pakan. Cara ini mulai tahun 2007 nanti akan dihapus. Namun bila dilihat dari segi higienis, sebetulnya cara ini yang paling menguntungkan peternak. Dengan cara ini lebih mudah menjaga kesehatan ayam petelur, tidak perlu biaya pencegahan penyakit yang tinggi. Sebab, kotoran dan ayam petelur tidak menyatu. Ayam petelur hidup dalam kandang yang bawahnya hanya beralaskan jeruji besi, sedangkan kotorannya akan jatuh dalam wadah di bawah kandang.

Kode berikutnya menunjukkan asal negara telur, misalnya DE = Jerman. Sedangkan deretan angka berikutnya mengacu pada nomor peternakan. Dengan begitu 3-DE-1271059 berarti: telur berasal dari ayam petelur yang diternak secara Käfighaltung di Jerman dengan nomor peternakan 1271059.

Jelas ya...kode diatas sama sekali tidak menunjukkan apakah telur segar atau tidak. Hanya menunjukkan darimana telur berasal!

Di Jerman telur yang dipasarkan hanya boleh telur kualitas G�teklasse A artinya telur segar, tapi usianya bisa lebih dari tujuh hari. Sedangkan A-frisch, usia telur tidak lebih dari tujuh hari.

Selain tanggal kadaluarsa yang tertera pada packing, darimana konsumen dapat mengetahui segar tidaknya telur? Ada beberapa cara:

  • Telur segar tidak berbunyi bila dikocok
  • Test dalam air:
    Telur segar akan mengendap di dasar air, sedangkan yang tidak segar akan mengapung
  • Kuning telur segar jelas terlihat terpisah dari putih telur.
    Permukaan kuning telurnya terlihat jelas cembung ke atas dan terpisah jelas dari putihnya. Semakin tua usia telur semakin datar kuning telur dan menyatu dengan putihnya

kuning telur segar



kuning telur yang lebih tua usianya


Bila usia telur lebih dari 10 hari, jangan coba-coba mengonsumsi secara mentah. Misal untuk membuat eis cream, pudding, mayones atau stmj (susu telur madu jahe). Telur yang berusia lebih dari 10 hari hanya boleh dikonsumsi dengan cara memasaknya. Ingat enzym alami pencegah salmonella hanya bertahan selama 10 hari! Dengan kata lain, bila anda ingin membuat makanan dengan telur yang tidak dimasak, atau anda menyukai telur mentah gunakan selalu telur segar yang anda yakini usianya kurang dari 10 hari. Dan ingat, jangan simpan makanan yang mengandung telur mentah terlalu lama.

Telur yang sudah lewat dari masa kadaluarsa (28 hari setelah ayam bertelur) bukan berarti sama sekali harus dibuang. Bila tanggal kadaluarsa belum terlalu lama lewat, anda boleh mengonsumsinya, dengan syarat betul-betul memasaknya hingga matang.

Penulis: Dian Suprapto

http://www.kharisma.de/?q=node/177